Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

Pembahasan kita kali ini ialah Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?. Distro tidak dapat disamakan dengan FO (Factory outlet) sebab berasal dari sisi idealisme, rencana serta product yang dijual pun berbeda. FO menjual produk massal sedang distro lebih bersifat eksklusif.

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

FO sejak awal menjual produk product sisa ekspor lisensi berasal dari brand luar. Bahkan kini FO merancang product berdasarkan desain luar yang diproduksi ulang secara massal bersama sedikit modifikasi andaikata perbedaan waktu. Gerakan dan juga cara-cara pemasaran antara distro dan FO pun jauh berbeda. Perbedaan ini sebab ada misi serta target pasar yang tidak sama antara FO dan distro.

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

Distro senantiasa perlu manajemen layaknya suatu suatu perusahaan karena ini adalah suatu usaha yang butuh pengelolaan yang profesional. Hanya saja terhadap tiap-tiap distro akan ditemui ciri khas tersendiri yang jadi pembeda mereka bersama perusahaan lain.

Misalnya hubungan yang lebih akrab pada pemilik bersama dengan pekerja lainnya. Atau katakanlah adanya kebebasan yang lebih leluasa ketimbang perusahaan lainnya. Atau katakanlah ada kebebasan yang lebih leluasa ketimbang perusahaan biasa. Misalnya dari sisi baju ke kantor yang tidak wajib rapi dan resmi.

Bila Anda punya niat mendirikan distro maka berikut ini bisa dijadikan bahan pertimbangan :

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

1. Niat dan semangat

Hal pertama yang harus dimiliki dikala hendak menyebabkan distro adalah impuls dan idealisme yang tinggi untuk menggerakkan usaha mandiri ini. Berbeda bersama dengan bisnis umum lainnya, bisnis clothing company (distro) perlu idealisme tersendiri supaya dapat punya visi dan sifat yang sadar dan juga impuls kemandirian dan militansi yang tinggi untuk menggerakkan bisnis berdiri sendiri ini.

2. Modal

Modal yang dibutuhkan pun sebetulnya mampu disesuaikan bersama dengan kekuatan yang Anda miliki. Kalau modalnya memang belum mencukupi untuk memicu toko, maka Anda bisa memulainya dengan mengolah didalam kuantitas terbatas sesudah itu mendistribusikannya secara door to door kepada kalangan terdekat khususnya dahulu sampai modal membuat membuka toko selanjutnya mencukupi.

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

Bisa termasuk Anda patungan dengan teman-teman yang dapat Anda percaya. Perlu diingat bahwa modal di sini bukan cuma duit tetapi sanggup terhitung skill jikalau rekan yang jago desain tapi tidak miliki kemampuan finansial atau teman yang kebetulan punyai tempat tinggal di lokasi yang bagus. Yang terpenting adalah terdapatnya visi serta idealisme yang sama.

3. Jenis

Tentukan apakah usaha Anda bakal bergerak segera sebagai clothing atau hanyalah distro. Hal ini untuk menentukan sejauh mana modal, struktur, dan juga SDM yang diperlukan nantinya.

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

4. Lokasi

Cari lokasi yang pas untuk distro. Tempat ini sebaiknya terdapat di jalan utama atau kompleks perumahan yang padat untuk memudahkan didalam menggaet pelanggan. Bangunan untuk toko bisa di mana saja, menjadi dari kamar depan, pavilion yang dirombak atau garasi yang dimodifikasi khusus. Bebas saja, yang penting desain interior dan juga eksteriornya bisa mencerminkan visi serta pembawaan clothing (distro) Anda. Anda bisa menyewa tempat yang dijadikan toko sekaligus daerah produksi.

5. Mengisi toko

Isi toko berikut bersama produk-produk misal jaket, jam tangan, T-shirt, ikat pinggang, kaset, compact disc (CD), gantungan kunci, majalah, aksesoris, topi, celana dan lain-lain.

6. Manajemen

Buatlah struktur yang jelas, pembukuan yang rapi, dan lakukan seprofesional mungkin. Mengandalkan rasa saling yakin boleh saja, tapi sebaiknya disertai terhitung bersama peraturan-peraturan dan sanksi yang jelas.

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

7. Tujuan jangka panjang dan jangka pendek

Ke arah mana distro selanjutnya bakal Anda bawa tentunya sangat memengaruhi langkah kerja Anda, terhitung menentukan positioning dari distro tersebut. Misalnya Anda idamkan membawa dampak distro untuk anak-anak metal maka mestinya Anda dapat membayangkan nama apa yang bakal dipilih dan bagaimana mendekor tempatnya. Sebenarnya jika Anda inginkan memulai secara lazim pernah juga bisa. Tapi kecuali dari awal sudah Anda tentukan positioningnya, pasti nama distro Anda akan tertanam kuat di benak publik.

8. Tentukan target

Target perlu sesuai dengan kapabilitas Anda. Jangan ambil obyek yang tidak dapat Anda capai. Hal ini dapat menimbulkan asumsi “nothing to lose” dengan kata lain tanpa beban sementara tujuan tidak tercapai. Buatlah tujuan yang kira-kira dapat dicapai. Misalnya dalam satu th. udah tukar dari garasi sendiri ke tempat sewaan, sesudah itu didalam tiga tahun sudah bisa beli tempat sendiri.

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

9. Membuat merek

Banyak untungnya kalau produk Anda bermerek, gara-gara merek akan sebabkan product Anda berbeda, unik dan tidak menjadi komoditas.

10. Membentuk tim

Anda kudu mencari teman yang jago mendesain. Utamakan menguasai program Corel Draw dan Adobe Photoshop. Desainer inilah yang dapat mengakibatkan desain T-shirt dengan karakter, nuansa beda dan keunikan tersendiri. Sang desainer mesti menyadari ide basic yang sudah ditentukan dari awal.

Sebagai percobaan, mintalah sang desainer untuk mendesain merek, logo dan T-shirt. Lalu, Anda juga kudu melacak penjahit dan tukang sablon yang mempunyai pengalaman dan bagus supaya produk Anda berkwalitas tinggi.

Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?

Dari sisi hukum, untuk mendirikan clothing (distro) pertama-tama diperlukan akta notaris pendirian, bentuknya mampu CV atau PT. Anda tinggal datang ke kantor notaris untuk membuat dan mendaftarkan bisnis Anda ini. Pajak yang kudu dibayar bisa saja sama dengan usaha lainnya. Seperti PPh (Pajak Penghasilan) badan dan juga retribusi yang kebanyakan diberlakukan membuat papan reklame (neon box) kecuali papan tersebut menghadap ke jalan.

Pendaftaran merek (trade mark) pun sesungguhnya tidak wajib. Hanya untuk berjaga-jaga kalau nantinya merek Anda ternyata sudah terkenal dan kemudian ada yang membajak maka setidaknya Anda mampu aman.

Sekian info perihal Membangun Distro Merk Sendiri. Mengapa Engga?, semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Tolong postingan ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *